Grebeg Suro 2015 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 15 October 2015 02:24
There are no translations available.

Grebeg Suro adalah acara tradisi kultural masyarakat Ponorogo dalam wujud pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Grebeg suro merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro pada tahun Jawa).

Rangkaian Grebeg Suro di antaranya, prosesi penyerahan pusaka ke makam Bupati pertama Ponorogo. Kemudian disusul pawai ratusan orang menuju pusat kota dengan menunggang bendi dan kuda yang dihiasi. Berikutnya akan ada Festival Reog Nasional di alun-alun kota yang dikuti banyak kontingen Group Reyog dari Ponorogo dan kota-kota lain di Jawa Timur, Bahkan Indonesia.

Sejarah diadakannya Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo adalah adanya kebiasaan masyarakat pada malam 1 Suro yang mengadakan tirakatan semalam suntuk dengan mengelilingi kota dan berhenti di alun-alun Ponorogo. Pada tahun 1987 Bupati Soebarkah Poetro Hadiwirjo melihat fenomena ini dan melahirkan gagasan kreatif untuk mewadahi kegiatan mereka dengan kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya. Sebab ditengarainya minat para pemuda terhadap kesenian khas Ponorogo mulai luntur, untuk itu diadakanlah Grebeg Suro dan memasukkan Reog didalamnya. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

Pelaksanaan Grebeg Suro dimulai dengan Festival Reog Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta dari Ponorogo dan dari Luar Ponorogo. Dari keseluruhan peserta diambil 10 besar group Reog terbaik. Sehari sebelum 1 Suro diadakan Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka dari kota lama ke kota tengah untuk mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama ke kota tengah. Malam 1 Suro diadakan penutupan Festival Reog Nasional dan pengumuman lomba, dan tepat tanggal 1 Suro diadakan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung meliputi nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi, dan nilai religius.

(disadur dari: wikipedia.org)

 

Ket Foto: Mobil Hias SMPN 1 Jetis dalam Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2015

Last Updated on Thursday, 15 October 2015 02:33
 

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday60
mod_vvisit_counterThis week5
mod_vvisit_counterLast week654
mod_vvisit_counterThis month474
mod_vvisit_counterLast month2326
mod_vvisit_counterAll days187890

Online (20 minutes ago): 1
IP: 23.22.140.143
,
Feb 07, 2016