Seiring dengan perkembangan dunia di awal era globalisasi saat ini kebutuhan pendidikan anak Indonesia tidak saja lagi sekedar menuntut ilmu dan pengetahuan melalui buku-buku bacaan tapi juga sudah harus dapat mengakses ilmu pengetahuan melalui berbagai media informasi dan tekhnologi. Di samping itu, untuk menjadi pelaku-pelaku unggul dalam pembangunan dunia dimasa depan maka anak Indonesia perlu juga dipersiapkan untuk dapat menjalin komunikasi dan kerjasama secara global. Hal ini berkaitan dengan proyeksi penerapan ilmu pengetahuan yang mereka miliki yang nantinya bukan saja bersifat nasional tapi juga internasional. Untuk itu, memahami budaya dan adat daerah lain bahkan bangsa lain dianggap penting sebagai salah satu bekal untuk memperkaya kompetensi pribadi maupun professional mereka.

Sehubungan dengan hal tersebut, sudah saatnya bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya pihak sekolah, melihat tantangan seperti ini. Sekolah harus lebih proaktif lagi mempersiapkan siswanya untuk memperoleh bekal kepribadian dan ketrampilan yang lebih unggul dengan memberi peluang kepada siswa untuk mengenal dunia luas melalui jalur pendidikan. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk tujuan ini adalah dengan menyelenggarakan program Sister School.
Istilah Sister School telah meluas sehingga mencakup hubungan antara sekolah-sekolah yang memiliki strong historical connection, hubungan antara sekolah-sekolah yang berada di bawah kepengurusan manajemen yang sama, hubungan antara sekolah-sekolah yang memiliki aktivitas sosial yang melibatkan siswa-siswa dari sekolah-sekolah tersebut dan juga sekolah-sekolah yang berada di negara-negara yang berbeda yang membentuk kerjasama kemitraan internasional (collaborative international partnership).
SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional juga telah melaksanakan beberapa agenda Sister School. Kunjungan kepala sekolah, penandatanganan MoU serta saling tukar informasi dan konten pendidikan telah dilakukan dengan beberapa sekolah di luar negeri antara lain Horwang School, Bansuan Jannanusorn Secondary School (both Thailand), Young High School (Australia) dan beberapa sekolah yang lain.
Untuk sekolah dalam negeri, pertukaran yang telah dilakukan tidak hanya sebatas materi, akan tetapi beberapa guru dan siswa juga telah dikirim ke sekolah-sekolah unggulan di dalam negeri antara lain SMPN 1 Jakarta dan SMPN 6 Surabaya.
Pertukaran ini akan terus dilakukan, demi meningkatnya pengetahuan dan kompetensi siswa dan juga guru.
Untuk bulan Maret ini, ada dua agenda sekaligus terkait dengan program Sister School ini. Yang pertama adalah pengiriman delegasi ke SMP Negeri 5 Malang tanggal 1 s.d 6 maret 2010 (6 siswa dan 2 guru), kemudian disusul minggu depan ke SMP Negeri 6 Surabaya dengan komposisi yang sama.