Bahasa Inggris adalah pelajaran yang telah kita pelajari dari SD sampai sekarang, namun untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari bukanlah sesuatu yang mudah, karena diperlukan sinkronisasi antara lingkungan, kebiasaan, motivasi dan motivator, sampai dengan kesadaran akan besarnya manfaat dari Bahasa Inggris itu sendiri. Hal inilah rupanya yang menjadi kendala bagi seluruh warga SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Kuantitas materi Bahasa Inggris yang telah ditempuh/dipelajari, rupanya rupanya juga belum cukup untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penggunaan Bahasa Inggris.
Beranjak dari hal tersebut, muncullah ide untuk mendatangkan penutur bahasa dari luar negeri yang telah menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-harinya. Ide tersebut akhirnya ter-realisasi setelah pihak sekolah bekerja sama dengan
VIA (Volunteer in Asia) menempatkan Shun-Wen Wu (Sarah), seorang mahasiswa
Wesleyan University untuk menjadi volunteer di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo sejak september tahun lalu hingga akhir bulan Juni 2010 ini.
Banyak hal yang bisa dipetik dari sepuluh bulan masa tugas Sarah di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Dengan melakukan kerjasama dengan VIA, Ibu Nunuk Sri Murni Karyati selaku kepala sekolah, secara langsung memperkenalkan kepada masyarakat dunia, bahwa di belahan dunia ini ada sebuah sekolah yang bernama SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo.
Para guru juga merasa senang dan beruntung atas kedatangan Sarah. Beberapa istilah yang selama ini dicari-cari bisa ditanyakan kepada beliau. Bahkan kadang Sarah ikut masuk ke dalam kelas untuk mendampingi beberapa guru saat mengajar. Dari kegiatan ini bisa diperoleh temuan-temuan yang dirasa kurang tepat. Usai pelajaran pun mereka berdiskusi untuk melakukan perbaikan di pertemuan berikutnya.
Peningkatan kompetensi bahasa Inggris guru tidak hanya pendampingan saat mengajar. Setelah kegiatan sekolah selesai, para guru masih dibimbing oleh Sarah untuk lebih memperdalam ungkapan-ungkapan bahasa Inggris yang digunakan dalam kegitan sehari-hari. Dengan cara mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sarah dan menanggapai ucapan-ucapan beliau saja sebetulnya sudah merupakan kemajuan luar biasa bagi para guru dalam belajar bahasa Inggris. Keberanian mereka berkomunikasi dengan seorang volunteer merupakan modal yang sangat baik untuk meningkatkan rasa percaya diri menggunakan bahasa Inggris di depan para muridnya.
Pihak yang paling diuntungkan adanya Sarah di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo adalah para siswanya. Belajar bahasa Inggris bersama volunteer di dalam kelas merupakan hal yang sangat langka bagi siswa SMP di Indonesia. Kesempatan ini merupakan unforgettable experience bagi mereka karena belum tentu bisa menemukan hal yang sama di jenjang pendidikan selanjutnya. Kemampuan mereka bisa berkomunkasi dengan English native speaker membuat lebih percaya diri dalam pergaulan dan kebanggaan tersendiri terhadap almamaternya.
Kini masa pengabdian Sarah di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo telah berakhir, pihak sekolah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas banyak sekali hal yang diperoleh selama Sarah berada di sini. Selain itu sekolah juga telah memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal-hal yang kurang berkenan baik kepada Sarah, ataupun VIA pada umumnya selama masa pengabdian tersebut. Semoga saja di waktu-waktu yang akan datang antara SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo dan Volunteer in Asia tetap dapat bekerja sama lagi.
Sampai jumpa, Sarah.. you'll be missed..