Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini24
mod_vvisit_counterKemarin32
mod_vvisit_counterMinggu Ini293
mod_vvisit_counterMinggu kemarin327
mod_vvisit_counterBulan ini1043
mod_vvisit_counterBulan lalu1555
mod_vvisit_counterSemuanya259613

Online (20 minutes ago): 4
IP Anda: 54.225.59.14
,
Hari ini: Sep 21, 2018


Penerimaan Peserta Didik Baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 19 Juli 2016 02:11

SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang perlu diperhitungkan di Kabupaten Ponorogo. Dari sekolah ini banyak menghasilkan prestasi-prestasi akademik baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat nasional. Untuk Tahun Pelajaran 2015/2016 diperoleh penghargaan sebanyak 47 (empat puluh tujuh) buah untuk bidang akademis dan 52 (lima puluh dua) untuk bidang non akademis.


Di sekolah yang dipimpin oleh Dra. Nurlaila Djadjuli, M.Pd memang penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif. Kegiatan tersebut diantaranya adanya 18 (delapan belas) kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler ini wajib diikuti oleh semua Peserta Didik dan juga sebagai salahsatu syarat kenaikan kelas. Yang tidak kalah pentingnya di sekolah ini diadakan kegiatan Festival Reyog Antar Kelas VIII dan merupakan satu-satunya kegiatan yang diadakan oleh sekolah di Kabupaten Ponorogo. Selain itu di sekolah ini juga dilakukan kegiatan Service Learning untuk kelas VIII yang merupakan kegiatan bakti sosial di masyarakat sekitar rumah atau di Sekolah Dasar di kecamatan-kecamatan tempat tinggal Peserta Didik. Selanjutnya kegiatan Service Learning ini dilaporkan dalam bentuk karya tulis. Dengan melatih menulis ini hamper setiap tahun anak-anak memperoleh kejuaraan tingkat nasional dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun pelajaran ini mulai dikembangkan kegiatan literasi yang membiasakan anak-anak untuk membaca. Orang Tua Murid memberikan dukungan penuh diantaranya dalam bentuk sumbangan buku-buku yang layak dibaca seusia anak SMP.

Dengan adanya kegiatan dan prestasi-prestasi ini SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis yang merupakan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional masih menjadi sekolah favorit di Kabupaten Ponorogo khususnya di wilayah Arjowinangun dan Kecamatan wilayah selatan Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu pada Tahun Pelajaran 2016/2017 ada 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) Pendaftar yang ingin bersekolah di SMPN 1 Kecamatan Jetis.
Untuk Tahun Pelajaran 2016/2017, SMPN 1 Kecamatan Jetis mempunyai pagu 256 siswa dengan 8 (delapan) rombongan belajar. Penerimaan Peserta Didik dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Juni 2016 yang dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) jalur yaitu:
1.    Jalur Rekomendasi Dinas Pendidikan
2.    Jalur Rekomendasi Kepala Sekolah
3.    Jalur Masyarakat Tidak Mampu dan Jarak Tempat Tinggal
4.    Jalur Peringkat NUS/NUM
Pada saat Pendaftaran Peserta Didik Baru sangat terlihat antusias masyarakat dalam mendaftarkan putra-putrinya. Mereka dengan sabar menanti hasil pengumuman yang setiap hari diumumkan sementara. Dan pada tanggal 2 Juli 2016 diumumkan calon Peserta Didik Baru SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala SMPN 1 Kecamatan Jetis, Danem tertinggi yang diterima 288,50 dan Danem yang terendah 238,00 dan membuang 41 siswa. Peserta Didik yang diterima berasal 39,45 % dari Kecamatan Jetis, 14,06 % dari Kecamatan Sambit, 12,50 % dari Kecamatan Sawoo, 11,33 % dari Kecamatan Balong, 6,64 % dari Kecamatan Mlarak, 4,69% dari Kecamatan Bungkal, dan 3,03 % dari kecamatan-kecamatan yang lain.
Selanjutnya Peserta Didik Baru melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang diadakan pada tanggal 18 – 20 Juli 2016 dengan kegiatan:
1.    Pengenalan Lingkungan Sekolah
2.    Sosialisasi Berlalu-lintas dan Narkoba
3.    Outbond
4.    Unjuk Prestasi Ekstrakurikuler
5.    Panggung Gembira
6.    Etika Pergaulan
7.    Jurnal Literasi



Peserta Didik Baru melaksanakan kegiatan ini dengan gembira dan pada saat upacara pembukaan menyanyikan lagu Hari Pertama Sekolah dan dibacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang hari pertama masuk sekolah.
Dengan kegiatan MPLS ini diharapkan Peserta Didik Baru mengetahui Visi, Misi, Tujuan dan Program-Program Sekolah sehingga diharapkan Peserta Didik Baru ini segera menyesuaikan diri dan selanjutnya bias memicu prestasi yang dipersembahkan kepada sekolah.
Keberhasilan SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara instansi yang terkait di Kecamatan Jetis, Wali Peserta Didik, Pengurus Komite Sekolah, dan stakeholder yang ada di Kecamatan Jetis. Dengan keberhasilan ini diharapkan anak-anak bangsa yang bersekolah di SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis menjadi generasi muda yang handal sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045.

 
Grebeg Suro 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 15 Oktober 2015 02:24

Grebeg Suro adalah acara tradisi kultural masyarakat Ponorogo dalam wujud pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Grebeg suro merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro pada tahun Jawa).

Rangkaian Grebeg Suro di antaranya, prosesi penyerahan pusaka ke makam Bupati pertama Ponorogo. Kemudian disusul pawai ratusan orang menuju pusat kota dengan menunggang bendi dan kuda yang dihiasi. Berikutnya akan ada Festival Reog Nasional di alun-alun kota yang dikuti banyak kontingen Group Reyog dari Ponorogo dan kota-kota lain di Jawa Timur, Bahkan Indonesia.

Sejarah diadakannya Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo adalah adanya kebiasaan masyarakat pada malam 1 Suro yang mengadakan tirakatan semalam suntuk dengan mengelilingi kota dan berhenti di alun-alun Ponorogo. Pada tahun 1987 Bupati Soebarkah Poetro Hadiwirjo melihat fenomena ini dan melahirkan gagasan kreatif untuk mewadahi kegiatan mereka dengan kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya. Sebab ditengarainya minat para pemuda terhadap kesenian khas Ponorogo mulai luntur, untuk itu diadakanlah Grebeg Suro dan memasukkan Reog didalamnya. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

Pelaksanaan Grebeg Suro dimulai dengan Festival Reog Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta dari Ponorogo dan dari Luar Ponorogo. Dari keseluruhan peserta diambil 10 besar group Reog terbaik. Sehari sebelum 1 Suro diadakan Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka dari kota lama ke kota tengah untuk mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama ke kota tengah. Malam 1 Suro diadakan penutupan Festival Reog Nasional dan pengumuman lomba, dan tepat tanggal 1 Suro diadakan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung meliputi nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi, dan nilai religius.

(disadur dari: wikipedia.org)

 

Ket Foto: Mobil Hias SMPN 1 Jetis dalam Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2015

 
SMPN 1 Kec. Jetis Raih Adiwiyata Nasional PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 06 Januari 2015 02:11

SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis Ponorogo  ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional untuk Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMP) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014.

Selain SMP Negeri 1 Jetis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan juga menetapkan SMA Negeri 1 Ponorogo, SMA Negeri 3 Ponorogo, dan SD Negeri 1 Mangkujayan Ponorogo sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.

Keberhasilan meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup ini membuktikan bahwa sekolah-sekolah di Ponorogo memiliki kualifikasi kualitas dan kompetitif dengan sekolah-sekolah lain yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan melakukan pembinaan sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup, tentu saja kualitas dari sekolah tersebut ikut meningkat. Mengingat tujuan program Sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekaligus sebagai pembinaan terhadap usia dini melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

* Ket. foto: Dra. Nurlaila Djadjuli, M.Pd, Kepala SMPN 1 Kec. Jetis, menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc

 
Prestasi Januari 2014 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 05 Februari 2014 01:44


Juara Soscienmation SMA Negeri 2 Ponorogo


Juara Umum Olimpiade MIPA SMAN 1 Babadan

 
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 1 Jetis Ponorogo PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 18 Januari 2014 03:39

Pada Hari Senin, 13 Januari 2014 di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo telah berlangsung serah terima jabatan Kepala sekolah dari Nunuk Sri Murni Karyati, M.Pd kepada Dra. Nurlaila Djajuli, M.Pd.

Dengan demikian maka mulai semester II tahun ajaran 2013 - 2014, maka SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo akan dipimpin oleh Dra. Nurlaila Djajuli, M.Pd. sebagai kepala sekolah, sedangkan Nunuk Sri Murni Karyati, M.Pd akan bertugas sebagai Kepala SMPN 5 Ponorogo.

 
« MulaiSebelumnya123BerikutnyaAkhir »

Halaman 2 dari 3