Informasi

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini51
mod_vvisit_counterKemarin63
mod_vvisit_counterMinggu Ini258
mod_vvisit_counterMinggu kemarin413
mod_vvisit_counterBulan ini1273
mod_vvisit_counterBulan lalu2177
mod_vvisit_counterSemuanya245954

Online (20 minutes ago): 1
IP Anda: 54.224.102.26
,
Hari ini: Nov 22, 2017


Grebeg Suro 2015 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 15 Oktober 2015 02:24

Grebeg Suro adalah acara tradisi kultural masyarakat Ponorogo dalam wujud pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Grebeg suro merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro pada tahun Jawa).

Rangkaian Grebeg Suro di antaranya, prosesi penyerahan pusaka ke makam Bupati pertama Ponorogo. Kemudian disusul pawai ratusan orang menuju pusat kota dengan menunggang bendi dan kuda yang dihiasi. Berikutnya akan ada Festival Reog Nasional di alun-alun kota yang dikuti banyak kontingen Group Reyog dari Ponorogo dan kota-kota lain di Jawa Timur, Bahkan Indonesia.

Sejarah diadakannya Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo adalah adanya kebiasaan masyarakat pada malam 1 Suro yang mengadakan tirakatan semalam suntuk dengan mengelilingi kota dan berhenti di alun-alun Ponorogo. Pada tahun 1987 Bupati Soebarkah Poetro Hadiwirjo melihat fenomena ini dan melahirkan gagasan kreatif untuk mewadahi kegiatan mereka dengan kegiatan yang mengarah pada pelestarian budaya. Sebab ditengarainya minat para pemuda terhadap kesenian khas Ponorogo mulai luntur, untuk itu diadakanlah Grebeg Suro dan memasukkan Reog didalamnya. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, dan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

Pelaksanaan Grebeg Suro dimulai dengan Festival Reog Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta dari Ponorogo dan dari Luar Ponorogo. Dari keseluruhan peserta diambil 10 besar group Reog terbaik. Sehari sebelum 1 Suro diadakan Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka dari kota lama ke kota tengah untuk mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo dari kota lama ke kota tengah. Malam 1 Suro diadakan penutupan Festival Reog Nasional dan pengumuman lomba, dan tepat tanggal 1 Suro diadakan Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung meliputi nilai simbolik, nilai tanggung jawab, nilai keindahan, nilai moral, nilai hiburan, nilai budaya, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai apresiasi, dan nilai religius.

(disadur dari: wikipedia.org)

 

Ket Foto: Mobil Hias SMPN 1 Jetis dalam Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2015

 
SMPN 1 Kec. Jetis Raih Adiwiyata Nasional PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 06 Januari 2015 02:11

SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis Ponorogo  ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional untuk Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMP) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014.

Selain SMP Negeri 1 Jetis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan juga menetapkan SMA Negeri 1 Ponorogo, SMA Negeri 3 Ponorogo, dan SD Negeri 1 Mangkujayan Ponorogo sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.

Keberhasilan meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup ini membuktikan bahwa sekolah-sekolah di Ponorogo memiliki kualifikasi kualitas dan kompetitif dengan sekolah-sekolah lain yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan melakukan pembinaan sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup, tentu saja kualitas dari sekolah tersebut ikut meningkat. Mengingat tujuan program Sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekaligus sebagai pembinaan terhadap usia dini melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

* Ket. foto: Dra. Nurlaila Djadjuli, M.Pd, Kepala SMPN 1 Kec. Jetis, menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc

 
Prestasi Januari 2014 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 05 Februari 2014 01:44


Juara Soscienmation SMA Negeri 2 Ponorogo


Juara Umum Olimpiade MIPA SMAN 1 Babadan

 
Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 1 Jetis Ponorogo PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 18 Januari 2014 03:39

Pada Hari Senin, 13 Januari 2014 di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo telah berlangsung serah terima jabatan Kepala sekolah dari Nunuk Sri Murni Karyati, M.Pd kepada Dra. Nurlaila Djajuli, M.Pd.

Dengan demikian maka mulai semester II tahun ajaran 2013 - 2014, maka SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo akan dipimpin oleh Dra. Nurlaila Djajuli, M.Pd. sebagai kepala sekolah, sedangkan Nunuk Sri Murni Karyati, M.Pd akan bertugas sebagai Kepala SMPN 5 Ponorogo.

 
Alhamdulillah, Tradisi Emas Terjaga PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 09 Oktober 2013 01:30

Tim Rekayasa Teknologi SMPN 1 Jetis Ponorogo yang diwakili oleh Hegar Gagah Anantaka dan Fadhil Mushthafa berhasil mendapatkan Medali Emas dalam Final Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Nasional Jenjang SMP tahun 2013 yang dilangsungkan di Bali, 24 sd. 30 September 2013 melalui karya penelitian yang berjudul "Rancang Bangun Speed Limiter Sebagai lndikator Pembatas Laju Kecepatan Sepeda Motor Berbasis Magnetic Pick Up Dalam Upaya Meminimalisir Angka Kecelakaan Lalu Lintas".


dari kiri ke kanan: Fadhil Mushthafa, Guru Pembina Dwi Sujatmiko, S.Pd, Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Didik Suhardi, Ph.D, dan Hegar Gagah Anantaka berpose sesaat setelah menerima penghargaan.


Medali dan uang pembinaan bagi peraih medali emas

 
« MulaiSebelumnya123BerikutnyaAkhir »

Halaman 2 dari 3